Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman

Kami akan sajikan kajian dari Yazar Can ACUN, Peneliti SETA (Lembaga Penelitian Politik, Ekonomi dan Masyarakat)

Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman

ANALISIS AGENDA 49

Para pemimpin dunia menggelar pertemuan dan pembicaraan penting di Konferensi Tıngkat Tinggi (KTT) G-20 di Argentina. Isu-isu penting yang dibahas dalam pertemuan KTT tersebut adalah perang ekonomi antara Amerika Serikat dan China dan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, yang diduga diinstruksikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi.

Pasca pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, pihak berwenang Arab Saudi harus mengakui adanya kasus pembunuhan itu setelah pemerintah Turki sukses melakukan penyelidikan dan muncul tekanan dari dunia internasional. Meskipun kasus pembunuhan Jurnalis Washington Post, Khashoggi, telah dibawa ke meja persidangan, pelaku yang ada dibalik aksi pembunuhan itu masih dipertanyakan. Meskipn pihak Saudi menyebutkan bahwa insiden itu merupakan pelanggaran yang dilakukan beberapa penguasa, namun arah panah mengarah kepada putra mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Bahkan, dalam investigasinya, CIA membocorkan kepada pers bahwa Muhammad bin Salman adalah orang yang ada dibalik pembunuhan itu.

Ketika semua proses penyelidikan tengah dilakukan, putra mahkota Arab Saudi untuk pertama kalinya melakukan kunjungan ke negara-negara Arab dan kemudian menghadiri acara KTT G-20 di Argentina. Muhammad bin Salman yang mengunjungi emir-emir dan raja-raja di dunia Arab, baru-baru ini berkunjung ke Tunisia dan kunjungannya memicu munculnya protes keras dari warga Tusnia. Kunjungan Mohammad bin Salman ke Tunisia merupakan yang paling memicu aksi protes, dimana dikibarkan spanduk-spanduk yang menuntut penahanan pangeran karena harus bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Muhammad bin Salman, yang menghadiri KTT G-20 setelah kunjungannya ke Tunisia, lebih suka tinggal di Kedutaan Saudi di Argentina. Patut dicatat bahwa di Argentina, putra mahkota Arab Saudi dituduh melakukan pembunuhan dan pengadilan Argentina mengakui adanya kasus tersebut. Selama keikutsertaannya dalam KTT G-20, banyak pemimpin dunia mencoba untuk menghindari foto bersama dengan putra mahkota Arab Saudi. Muhammad bin Salman, yang tidak banyak melakukan pertemuan bilateral, mendapatkan kritik langsung di depan kamera dari Presiden Prancis, Macron. Namun di sisi lain, dalam acara itu Presiden Rusia Putin terlihat akrab dengan putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman.

Setelah KTT G-20 berakhir, ada perkembangan yang signifikan di Amerika Serikat terkait kasus pembunuh Khashoggi dan Muhammad bin Salman. CIA telah memberikan pengarahan khusus terkait pembunuhan Khashoggi kepada beberapa anggota Senat Amerika yang telah dipilih. Setelah dilakukan pengarahan kepada pers, dibelakang kamera Senator Corker dan Senator Graham menyatakan sama sekali tidak ragu menyatakan bahwa Muhammad bin Salman adalah orang yang bertanggungjawab dalam kasus pembunuhan Khashoggi. Selain itu, keputusan terakhir yang diambil oleh pengadilan Turki untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan dua orang dekat Muhammad bin Salman, semakin menunjukkan bahwa lingkaran kasus ini menjadi semakin sempit dan mengarah ke Muhammad bin Salman.

Isu penting lainnya dari KTT G-20 adalah perang ekonomi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China. Fakta bahwa Amerika Serikat mengalami ketidakseimbangan yang mencolok dalam perdagangan dengan China telah mengganggu pemerintahan Amerika Serikat. Alih-alih melakukan perubahan struktural, Presiden Donald Trump lebih memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap China. Menanggapi sanksi yang dijatuhkan oleh Presiden Amerika Serikat, sanksi Tiongkok atas barang-barang Amerika telah memicu terjadinya perang ekonomi antara kedua negara. Perekonomian China yang telah mencapai pertumbuhan yang pesat mengancam posisi Amerika Serikat di mata dunia internasional. Apalagi banyak perusahaan Amerika yang mengalihkan produksi mereka ke China sehingga memperkuat persaingan antara kedua negara.



Berita Terkait