Tahap Baru dalam Pembangunan Proyek Pipa Gas Alam TurkStream

Kami akan sajikan kajian dari Dr.Cemil Doğaç İPEK, Dosen Hubungan Internasional, Universitas Karatekin...

Tahap Baru dalam Pembangunan Proyek Pipa Gas Alam TurkStream

PANDANGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI TURKI 48

Baru-baru ini,  proyek pipa gas alam TurkStream bagian laut telah selesai dibangun. Pekan ini kami akan menganalisis tahap penyelesaian TurkStream dan refleksinya terhadap Kebijakan Luar Negeri Turki.

Beberapa hari ini kita menyaksikan tiga peristiwa yang menunjukkan orientasi baru kebijakan luar negeri Turki. Yang pertama adalah upacara yang baru-baru ini diadakan di Istanbul untuk memperingati selesainya pembangun bagian pertama dari pipa gas alam Turki-Rusia yang diberi nama TurkStream. Kedua, Menteri Luar Negeri Turki, Çavuşoğlu, menggelar pertemuan penting dengan rekan Amerikanya Pompeo di Washington. Ketiga, pejabat senior Uni Eropa melakukan kunjungan ke Ankara dan bertemu dengan pejabat Turki untuk membicarakan hubungan Turki-Uni Eropa. Ketiga agenda penting yang terjadi beberapa hari yang lalu ini menunjukkan karakter kabijakan luar negeri Turki yang "serba guna." Kita dapat menyebutkan bahwa oreantasi kebijakan luar negeri Turki saat ini adalah "mengembangkan" hubungan dengan Rusia, "normalisasi" hubungan dengan Uni Eropa dan "memperbaiki" hubungan dengan AS.

Baru-baru ini, proyek pipa gas alam TurkStream bagian laut telah selesai dibangun.  Upacara untuk memperingati selesainya pembangunan ini dihadiri oleh Presiden Vladimir Putin dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Proyek TurkStream merupakan pertanda cakrawala baru dan keberhasilan dari kebijakan luar negeri baru Turki.

Proyek pipa gas alam TurkStream yang membentang di bawah laut dibangun mulai dari Anapa, Rusia, hingga sampai ke Kıyıköy, wilayah Trakya, Turki. Dengan TurkStream ini, Turki dapat menawarkan gas alam dengan harga yang lebih murah. Karena pipa gas ini tidak melewati negara lain melainkan langsung disalurkan ke Turki. Kini Turki mengambil14 miliar m3 gas alam per tahun dari pipa gas alam Ukraina, Moldova, Rumania dan Bulgaria. Dengan proyek ini, Turki akan mendapatkan pipa gas langsung dari Rusia melalui Laut Hitam. Kondisi ini menjadi Turki tidak harus membayar tol dan memungkinkan Turki untuk mengambil gas dengan harga yang lebih murah. Kedepannya, Berakhirnya krisis yang terjadi antara Rusia-Ukraina atau Rusia-Rumania / Bulgaria mungkin akan mempengaruhi Turki. Diperkirakan kapasitas TurkStream mencapai 63 miliar m3 per tahun. Turki berencana untuk mengambil 14 miliar m3 gas alam pertahun dari proyek ini dan mengirim sisanya 49 miliar m3 gas alam ke Eropa melalui Turki.

Barat yang menggunakan standar ganda dalam kebijakannya hari ini, mendorong Turki dan untuk bekerjasama dengan Rusia. Oleh karena itu, konjungtur internasional dan regional menciptakan lingkungan politik yang menguntungkan untuk proyek TurkStream. Proyek TurkStream akan memberikan keamanan pasokan gas alam Turki, namun memberikan kontribusi yang terbatas pada diversifikasi proyek pasokan energi. Ketergantungan impor energi Turki berada pada tingkat 72%. Ketergantungan Turki pada gas alam Rusia pada tingkat 42% termasuk sektor swasta dan sekitar 29% diluar sektor swasta.

Proyek TurkStream mendorong Turki untuk memainkan peran penting dalam keamanan pasokan energi dan menjadikan Turki sebagai pusat energi global. Dengan proyek TurkStram, Turki akan mendapatkan gas alam tambahan dari Rusia. Turki hanya mengubah pipa gas alam yang dibeli. TurkStream yang akan menyalurkan gas alam ke Eropa melalui Turki akan memperlancar strategi Turki untuk menjadi pusat energi. Dengan adanya TurkStream yang akan menghubungkan gas alam Rusia ke Eropa melalui Turki ini, menjadikan hubungan Turki-Rusia menjadi stabil. Selain itu, kita bisa memprediksi awal dari sebuah era baru hubungan Turki-Uni Eropa dalam bidang energi.

            TurkStream menciptakan rute baru dalam transfer energi dan memberikan efek positif pada hubungan Turki-Rusia. Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu yang akan dibangun atas kerjasama dengan salah satu perusahaan Rusia juga menambahkan dimensi baru dalam hubungan bilateral.

            Turki yang memiliki proyek-proyek penting berskala global, dengan adanya proyek TurkStream, mendorong Turki untuk menjadi pusat energi. Turki memainkan peran penting dalam distribusi energi dengan adanya proyek TurkStream, TANAP (Proyek Pipa Gas Alam Trans Anatolia) dan TAP (Pipa Gas Alam Trans-Adriatic). Dengan demikian, Turki akan mencapai titik strategis dalam peta energi global. Kami tahu pentingnya energi dalam politik global dan pasar ekonomi global. Dalam hal ini, Turki dapat menjadi aktor kunci dalam bidang energi.

Kita tidak dapat menafsirkan pentingnya menjadi aktor global dari perspektif ekonomi saja. Pada saat yang sama, hal ini juga dapat memperkuat posisi politik Turki. Tentu saja, semua ini  tidak cukup. Sebagai negara yang memiliki lokasi geografis yang strategis, Turki akan mendapatkan keuntungan yang paling besar dalam perdagangan energi di kawasan. Namun; untuk menjadi pusat energi, Turki membutuhkan lebih banyak pasokan gas alam dan diversifikasi sumber daya daripada permintaannya sendiri.           

Saat ini Turki mengambil pasokan gas Rusia dari pipa Blue Stream (Mavi Akım) dan Trans-Balkan. TurkStream bukan pipa gas yang bersumber dari Turki namun merupakan diversifikasi rute. Turki harus mengikuti kebijakan yang lebih aktif mengenai masa depan transisi dalam penyaluran energi. Dalam konteks ini, seharusnya tidak hanya menjadi jembatan. Pendek kata, TurkStream akan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat strategi energi nasional di Turki.



Berita Terkait