TurkStream, Langkah Turki Menjadi Pusat Perdagangan Energi

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Departemen Ekonomi, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt.

TurkStream, Langkah Turki Menjadi Pusat Perdagangan Energi

EKO POLITIK 47

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri acara yang diadakan di Istanbul untuk memperingati selesainya pembangunan pipas gas alam TurkStream yang melalui Laut Hitam. Pembangunan Proyek TurkStream yang akan menyalurkan gas alam dari Rusia ke Turki melalui Laut Hitam dan akan disalurkan hingga ke Eropa telah sampai pada tahap penyelesaian bagian laut. Hal ini akan mendorong kemajuan dalam bidang ekonomi kedua negara. Kerjasama kedua negara di bidang energi menjadi hal yang sangat penting untuk diikuti. TurkStream merupakan proyek yang sangat penting yang telah membawa perubahan dalam perdagangan energi regional, akibat terjadinya konflik politik dan ekonomi antara Rusia dan Ukraina dan setelah adanya keputusan pembatalan pembangunan Jalur Barat yang membentang di seluruh Eropa dari Rusia ke Turki. Dengan kapasitas gas alam tahunan sebesar 31,5 miliar meter kubik, proyek yang akan mengangkut gas alam Rusia ke Turki, nampaknya menawarkan perspektif yang berbeda dalam perdagangan energi regional.

Karena Turki memiliki posisi yang strategis, keterlibatan Turki dalam dunia pasokan dan permintaan energi dari hari ke hari semakin meningkat. Beberapa negara perlu mengembangkan rute transfer energi alternatif dalam menanggapi tuntutan energi yang terus meningkat. Dalam hal ini, seberapa besar pentingnya keamanan pasokan energi mempengaruhi pentingnya isu keamanan permintaan. Oleh karena itu, beberapa negara juga mementingkan keselamatan rute untuk mencapai titik-titik permintaan yang aman dalam transfer sumber daya alam.

Dalam hal ini, setelah terjadinya krisis antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2014, mulai direncakanakan transfer gas alam ke Eropa dengan menggunakan rute Turki dan proyek TurkStream yang menyalurkan gas alam dari Rusia ke Eropa melalui Turki, bukan dari Rusia ke Turki melalui Eropa dengan Jalur Barat, mulai direncanakan. Dengan rute ini, rute Jalur Barat akan diganti. Proyek tersebut merupakan indikasi bahwa Turki merupakan batas kritis dalam keamanan pasokan energi di kawasan.

Hari ini, pembangunan Pipa Gas Alam TurkStream telah sampai ke wilayah Turki. Dengan terselesaikannya pembangunan pipa tersebut hingga ke Kıyıköy, Kırkalareli, Turki, tranfer gas alam direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2019.

Pipa gas alam TurkStream yang memiliki kapasitas 31,5 miliar meter kubik memiliki peran penting dalam memenuhi permintaan gas alam di Turki dan Eropa. Saat ini, proyek ini dibangun dengan dua jalur. Salah satunya akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Turki dan satunya lagi akan disalurkan ke Eropa.

Proyek ini memiliki posisi yang penting dalam memenuhi kapasitas permintaan gas alam Turki. Sumber daya gas alam yang dibutuhkan oleh wilayah Marmara untuk produksi industri yang volumenya tinggi akan dapat dipenuhi dengan gas alam yang akan disalurkan melalui pipa ini.

Dalam hal keamanan pasokan energi, baik negara-negara yang memasok dan membutuhkan pasokan telah mengembangkan dan menerapkan strategi yang berbeda. Namun bagaimanapun, hal ini menunjukkan adanya perkembangan hubungan antara Rusia dan Turki, baik di bidang energi maupun di bidang ekonomi.

Situasi ini jelas terlihat dari pengembangan kerjasama baru dan peningkatan target volume perdagangan. Pada periode mendatang, volume perdagangan Turki dengan Rusia ditargetkan mencapai $ 100 miliar dan ini merupakan salah satu harapan yang sangat penting. Selain itu, pembangunan berkelanjutan pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu dengan perusahaan Rusia juga perlu menggarisbawahi.

Pendek kata, pembangunan pipa gas alam TurkStream yang telah mencapai tahap yang penting, akan membantu Turki mencapai target untuk menjadi pusat perdagangan energi dan menjadi salah satu aktor penting dalam menjaga keseimbangan energi regional.



Berita Terkait