Pandangan Kebijakan Luar Negeri Turki (4)

Kami akan sajikan kajian dari Asisten Profesor Dr. Cemil Doğaç İpek Departemen Hubungan Antar Bangsa Universitas Ataturk

Pandangan Kebijakan Luar Negeri Turki (4)

Upaya Turki dalam memerangi terorisme terus berlanjut. Dalam hal ini, Turki mengerahkan pasukan militernya dalam sebuah operasi (Olive Branch Operations/Operasi Cabang Zaitun) untuk memerangi anggota teroris organisasi PKK di Afrin.

Minggu ini, kami akan menganalisis operasi ini dan refleksinya terhadap Kebijakan Luar Negeri Turki.

Turki berencana melakukan operasi militer dalam kurun waktu tertentu untuk memerangi ancaman teroris bentukan yang ada di perbatasan negara tersebut. Sebelumnya, Turki dan elemen tentara nasional Turki telah melakukan operasi melawan kelompok teroris PKK/YPG yang ada di Afrin. Persiapan operasi ini dimulai tak lama setelah Presiden Turki Erdoğan menyampaikan pernyataanya untuk melakukan operasi militer pada tanggal 20 Januari pukul 17:00 (waktu Turki). Operasi ini diumumkan ke publik dengan nama “Oliv Branch / Cabang Zaitun.”

Menurut kami, tidak ada kekurangan sekutu dari segi segi jumlah tentara baik, di Turki maupun di lapangannya. Karena penghalang di wilayah tersebut dibangun dalam waktu yang cukup lama. Penghalang tersebut yang terletak disebelah timur perbatasan Turki–Afrin terdapat tentara nasional pembebasan Suriah dan di sebalah selatannya dijaga oleh tentara Turki.  Oleh karena itu, operasi di sini yang dilakukan berbeda dengan yang dilakukan di al-Bab. Sejauh yang kita tahu, pengepungan dan penyisiran akan dilakukan terlebih dahulu.

Afrin terletak di sebalah barat laut Suriah; Ini adalah pusat provinsi Aleppo. Berbatasan dengan Turki. Afrin adalah wilayah dimana orang-orang Turkmen, Kurdi dan Arab tinggal secara bersama-sama. Namun, dengan adanya PKK / YPG di wilayah ini, orang-orang Turkmen dan Arab dipaksa untuk berimigrasi. Sebelum PKK / YPG ada di wilayah ini, populasi orang-orang Turkmen sangatlah padat. Lokasi dan nama-nama desa / permukiman Afrin dan sekitar orang-orang Turkmen adalah sebagai berikut: Desa Deli Osman, Bindirek, Velidli, Deli Oğlan, Güvende, Tepeköy, Koruköy, Pullu, Sokallı, Atamanlı, Aliviran, Firfirik, Meydanlıoba, Alemdar, Çakmak, Küçüksokalı Öksüzlü, Göbekköyü, Dağ Obası, Şeyler Obası, Dik Obası dan Mağara. Ke timur Sungai İncesu, dari perbatasan Gaziantep ke selatan: ada Desa Bülbül, Baliköy, Beg Obas, Mahmut Oba, Kaleköy, Ziyaretköy, Serenci, Oba Tengah, Oba Bawah, Salkaya, Ali Beg, Karışık, Konak, Hıdırlı, Çolaklı, Kaş Uzadı, Bebe Uşadı, Kurt Uşatı, Alkanlı, Duraklı, Alıcı, Kızılbaş, Küçük Kargın (Desa Derviş), Belen, Naz Uşağı, Meydanlık, Çorbacıoğlu dan desa Anbarlı. Bagian Timur/yang kearah perbatasan Turki: Desa Derviş Oba, Küçük Atamanlı, Desa Kadı, Mamalı Uşağı, Ömer Uşağı, Sarı Uşak, Kantarlı, Birincilik, Kantara, Mabedii, Çömezli, Al Cura, Hacı Kasımlı, Desa Arslan, Satı Uşağı, Desa Kışla, Selçik, Çakallı, Şeyh Çakallı dan İnkale. Jika terus masuk ke wilayah dalam : Desa Aşağı Kışla, Dar Güney, Subaşı, Çolaklar, Karabaş, Büyük Çakallı, Hacı Hasanlı, Aşağı Çobanlı, Tatarhanlı, Karanköy, Kocaman, Şeyh Abdurrahman Gazi, Gümüş Burç, Yaha Goz, Hacdar, Aceli dan Hacı İskender. Desa-desa di bagian timur Cebeli Seman dan penduduk desa Turkmen di lembah perairan Afrin: (dari utara ke selatan): Kurt Kulağı, Kara Kurt Kulağı, Karatepe, Kersen Taş (Pusat Kota), Masut, Burç Gaziler, Çadırköy, İskanköy, Celeme, Eski Celeme, Göl Bayılı, Yukarı Divan, Molla Halil, Atmaköy. Penduduk desa Turkmen antara perairan Azaz dan Afrin ada di: Desa İki Dam, Dam, Kuzuncu Pınar, Arpa Veren, Dikmetaş, Kozcupınarı, Umranlı, Büyük Kargın, Ali Beyli, Çimenli, Direkli, Dam Bawah, Kastal, Ziyaret, Katma, Desa Metinli dan Ali. Sedangkan di Azaz bagian timur: ada desa-desa Sucu, Kefer, Parça, Kefersuç, İğde, Havar, Hacar, Nasmiye, Telbattal, Kısacık, Telşahin, Çeke, Dudan, Kuru Mezra, Bağdili, Karaköprü, Yeniyapan, Mırgıl, Şamandıra, Savran, Tuğlu, Kızılmezra, Barak, Kefer, Kani, Tel Hüseyin, Yelbabal, El Beğli, Yahnil dan Defterdar.

Afrin seharusnya tidak dianggap sebagai sasaran empuk. Namun PKK / YPG telah mempersiapkannya untuk waktu yang lama. Sejumlah besar teroris telah dilatih untuk tujuan ini. Kami tahu bahwa mereka memiliki banyak terowongan di wilayah ini dan mereka dilengkapi dengan persenjataan. Selain itu, PKK / YPG banyak belajar dari DAESH, produk dari pabrik yang sama, dan menerapkannya di lapangan. Dalam operasi ini, mereka akan menerapkan berbagai metode DAESH, terutama dengan memanfaatkan masyarakat sebagai perisai (pelindung) hidup mereka. Namun, terlepas dari semua ini, Militer Turki dan sekutu-sekutunya memiliki kekuatan untuk mengalahkan Organisasi Teroris Separatis ini. Kita pasti harus menekankan bahwa operasi ini bukanlah operasi melawan orang-orang Kurdi. Suku Kurdi di wilayah ini sudah sadar akan hal ini. Penjelasan ini perlu diketahui: bahwa diantara anggota Aliansi Tukmen yag berpartisipasi  dalam operasi ini dan memegang peran penting, diantara dari mereka adalah tentara-tentara Kurdi. Mereka berjuang melawan kelompok teroris PKK yang masih hidup.

Jika kita melihat isu ini dari perspektif AS; AS tidak memperhatikan Afrin sampai level ini. Bahkan Amerika Serikat mungkin senang dengan adanya operasi ini. Dalam hal ini, ada dua alasan. Yang pertama adalah Afrin dijadikan sasaran lantaran ada masalah antara AS dengan Turki dan Rusia. Yang kedua diketahui bahwa AS sedang mengembangkan proyek militer dan politik jangka panjang dengan PKK di sebelah timur Sungai Efrat. Proyek yang langsung bersebrangan dengan Turki ini, disikapi oleh Amerika Serikat.

Seperti halnya dalam ‘Operation Euphrates Shield’, Turki juga mendasari operasi kali ini dengan ketentuan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Pasal 51 dari Piagam PBB. Oleh karena itu, operasi Cabang Zaitun ini adalah operasi yang sah dari segi hukum internasional. Saya pikir operasi ini tidak akan terbatas di Afrin tapi juga akan berlanjut. Aslinya keadaan darurat juga melatar belakangi operasi Turki ini. Karena dalam isu Suriah, Rusia dan Amerika Serikat mempunyai perselisihan yang sangat tegang. Dengan keadaan darurat ini,  Turki datang sebagai penyeimbang. Turki dapat mempertimbangkan konjungtur ini. Kita sudah melihat komitmen ini dalam pernyataan Presiden Erdoğan. Setelah operasi di Afrin, tidak mengherankan jika operasi ini diperluas ke Manbij dan kemudian ke Tel Abyad.

Demikian kajian dari Asisten Profesor  Dr.Cemil Doğaç İpek, Departemen Hubungan Antar Bangsa, Universitas Ataturk..



Berita Terkait