Hubungan Turki dan Eurasia (49)

Sooronbay Ceenbekov, kandidat Partai Demokratik Sosial (SDP), yang memenangkan pemilihan presiden pada tanggal 15 Oktober di Kyrgyzstan,baru-baru ini dilantik untuk melakukan tugasnya. Kami akan menganalisis pemilu Kyrgyzstan dan hubungan Turki-Kyrgyzstan

Hubungan Turki dan Eurasia (49)

          Pada tanggal 15 Oktober 2017, untuk kedua kalinya tampuk kekuasaan pemerintahan di Kyrgyzstan telah berganti. Partai SDP telah memengkan pemilu dengan mendapatkan jatah kursi terbanyak di parlemen. Ada dua kandidat dalam pemilihan presiden. Persaingan antara Mantan Perdana Menteri Ömürbek Babanov dan Sooronbay Ceenbekov, dimenangkan oleh Sooronbay Ceenbekov. Kita dapat katakan bahwa pemilu terakhir yang ada di Kyrgyzstan benar-benar merupakan sebuah perjuangan politik, terlepas dari adanya tuduhan penangkapan, tuduhan media dan pelanggaran kampanye.

          Menurut hasil pemilu presiden, Sooronbay Ceenbekov, yang didukung oleh Presiden Almazbek Atambayev, telah memenangkan pemilu tersebut dengan 54,28% (919.654 suara) sementara Ömürbek Babanov meraih posisi kedua dengan 33,41% (566.188 suara). Tingkat partisipasi dalam pemilu presiden telah mencapai 55,93%. Pada poling 2375, dari total 3.025.770 juta penduduk yang memiliki hak pilih, 1.692.423 juta penduduk telah menggunakan hak pilihnya. Meskipun pada tahun 2011 jumlah penduduknya mencapai 5,5 juta, pada tahun 2017 meningkat menjadi 6,1, kami melihat bahwa jumlah pemilih yang terdaftar lebih sedikit dari pada pemilihan Presiden 2011. Penurunan ini mungkin karena adanya penggunaan teknologi verifikasi biometrik yang diresmikan pada tahun 2014. Menurut undang-undang pemilu di Kyrgyzstan, warga yang tidak mendaftar biometrik dalam sistem pendaftaran penduduk tidak termasuk dalam daftar pemilih.

          Kandidat partai SDP Sooronbay Ceenbekov, yang memenangkan pemilihan presiden di Kyrgyzstan, mulai bertugas dengan melakukan sumpah pada minggu terakhir bulan November. Pelantikan dan pengucapan sumpah Ceenbekov diadakan di Balai Sidang Ene-Say di kediaman presiden tenda tradisional Kyrgyz. Ceenbekov menekankan bahwa dia tidak akan membiarkan diskriminasi regional dan etnis di negara ini, dan terutama di birokrasi, dalam sambutannya menekankan persatuan dan kebersamaan masyarakat. Menunjukkan kepada dunia bahwa Kyrgyzstan yang Independen dapat berlanjut ke arah yang demokratis. Ceenbekov berkata, "Untuk pertama kalinya dalam sejarah kemerdekaan kita, kekuasaan berpindah tangan dengan damai. Kami akan memperkuat hubungan strategis kami dengan Federasi Rusia, kami akan memperdalam hubungan kami dengan negara tetangga China, dan kami akan mengembangkan hubungan kami ke arah hubungan sejarah kami dengan negara-negara tetangga di Asia Tengah." Ceenbekov, yang berterima kasih kepada rakyat dan anggota partainya, bertekad akan  mendahulukan kepentingan nasional dalam menentukan kebijakan politik luar negerinya. "Kami akan terus membangun dan kami akan mengembangkan kerjasama kami dengan Turki dan Amerika Serikat," katanya.   

          Dengan keanggotaan Uni Ekonomi Eurasia, kita dapat mengatakan bahwa Kyrgyzstan, yang berada dalam orbit politik dan ekonomi Rusia, tidak akan mengubah arah geopolitiknya di tahun-tahun mendatang. Peran presiden dalam menentukan kebijakan luar negeri dan menentukan kebijakan perdagangan dan pertahanan telah dibatasi oleh parlemen, sebagaimana ketentuan amandemen Konstitusi yang baru-baru ini dibuat. Hal ini membuat sulit bagi Ceenbekov untuk dapat mengubah secara radikal kebijakan luar negeri yang terbentuk selama enam tahun pada masa kepemimpinan Atambayev.

          Di sisi lain, hubungan antara Turki dan Kyrgyzstan di setiap bidang ada pada di jalur  yang baik dengan tekad bersama yang kuat untuk menjalin kemitraan yang strategis. Negara Republik Turki mendukung pelembagaan Kyrgyzstan dengan semua lembaga negara dan organisasi non-pemerintah. Hubungan multidimensional, terutama di bidang politik, ekonomi / perdagangan, militer, budaya / pendidikan, kesehatan dan transportasi, sedang dilakukan antara kedua negara tersebut dengan landasan hukum yang luas yang terdiri dari lebih dari dua ratus perjanjian dan protokol. "Persahabatan dan Kesepakatan Kerjasama yang Abadi" yang ditandatangani oleh Presiden kedua negara tersebut pada tahun 1997, "Turki dan Kirgistan: Bersama-sama pada Abad ke-21" yang diterbitkan pada tahun 1999 dan Pernyataan Bersama mengenai Pembentukan Dewan Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi (YDSK) yang ditandatangani pada tahun 2011 merupakan dokumen-dokumen yang menjadi dasar kemitraan strategis saat ini.

          Pemerintah Kyrgyz telah banyak mendukung dan mengambil peran penting dalam segala rencana pembentukan Dewan Turki bagi internal Dunia Turki. Ini adalah perkembangan penting bagi Dunia Olahraga Turki dan Pusat Kebudayaan Nomadic yang akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Turki Kyrgyzstan yang ke-5. Negara Republik Turki sangat memperhatikan stabilitas dan perkembangan Kyrgyzstan, yang melakukan transformasi demokrasi di Asia Tengah. Pada titik ini, Turki telah mendukung Kyrgyzstan di semua tingkat sejak awal proses transformasi politik dan institusional. Negara Republik Turki menyebutkan bahwa pemilihan presiden yang diadakan di Kyrgyzstan pada tanggal 15 Oktober 2017 berjalan secara damai dan tenang.

 

Sekian kajian dari Dr. Cemil Doğaç Ipek, Departemen Antar Bangsa, Universitas Ataturk



Berita Terkait