Hubungan Turki dan Eurasia (41)

Tajikistan merupakan salah satu negara strategi di kawasan Eurasia. Kita juga akan menganalisis hubungan Turki dan Tajikistan pada program minggu ini.

Hubungan Turki dan Eurasia (41)

Tajikistan adalah salah satu negara penting di kawasan Eurasia. Negara yang mengumumkan kemerdekaannya pada tahun 1991 hingga kini terus memiliki hubungan yang terbatas antara Turki dan Tajikistan. Dikarenakan kondisi ekonomi Tajikistan, perang sipil dalam negeri yang terjadi hubungan kuat Tajikistan dengan Rusia dan terutama dengan Iran tak bisa dilakukan. Namun, dibandingkan tahun-tahun awal, hingga kini terdapat kemajuan penting dalam hubungan luar negeri Tajikistan.

     Turki mengakui kemerdekaan Tajikistan pada 16 Desember 1991. Pada tanggal 29 Januari 1992 hubungan diplomatik dibentuk di antara kedua negara. Kedutaan Besar Turki di Dushanbe dibuka pada tanggal 4 Agustus 1992, dan Kedutaan Besar Tajikistan di Ankara dibuka pada tanggal 16 Oktober 1995. Kedutaan Besar Turki di Dushanbe terus bekerja di Tajikistan selama perang saudara pada tahun 1992 hingga 1997.

     Untuk kebijakan luar negeri di Tajikistan, Iran berada dalam posisi penting karena menggunakan bahasa yang sama. Oleh karena itu, kerjasama yang serius antara Tajikistan dan Iran tidak hanya di arena komersial tapi juga di bidang pendidikan dan budaya. Turki menyambut banyak siswa berkewarganegaraan Tajikistan untuk pendidikan tinggi, sejak tahun ajaran 1992-1993 pada program 'Proyek Siswa Besar'.

     Tajikistan, yang merupakan anggota Komunitas Ekonomi Eurasia dan Organisasi Kerjasama Shanghai, dalam beberapa tahun terakhir memiliki hubungan yang berkembang dengan Uni Eropa. Saat ini, bagian penting dari proyek dan bantuan Uni Eropa di Asia Tengah ditujukan ke Tajikistan. Dalam kerangka kesepakatan antara UE dan Tajikistan, dibahas pula pengembangan jaminan sosial, kesehatan dan sektor swasta.

     Meskipun Tajikistan memiliki sumber daya alam, geografi Tajikistan yang bergunung-gunung, mengakibatkan banyak kesulitan untuk mengolahnya. Karena kesulitan geografis itupun, sektor pertanian juga sulit untuk diberdayakan. Di sisi lain, Tajikistan juga memiliki masalah pada untuk memberikan lapangan kerja.

     Dengan adanya masalah sosial dan ekonomi dialami Tajikistan, beberapa perusahaan Turki turut serta berpartisipasi membangkitkan ekonomi Tajikistan. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, Tajikistan, yang memiliki berbagai macam proyek untuk kepentingan bersama antara Tajikistan dan Turki. Perlu kita catat bahwa hubungan ekonomi dan politik antara Turki dan Tajikistan memiliki kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki kecenderungan untuk berkembang di masa yang akan datang. Hubungan antara Turki dan Tajikiskan bisa diibaratkan dengan Mevlana Celaludin Rumi yakni memiliki warisan budaya yang kuat dan besar. Saat ini ada kemauan yang kuat di kedua negara untuk mengembangkan hubungan di segala bidang.

     Dalam konteks ini, saat kunjungan Presiden Tajikistan Imamali Rahman ke Turki pada tanggal 18 Desember 2012, ditandatangani pula sebuah "Pernyataan Bersama mengenai Pembentukan Dewan Kerjasama antara Republik Turki dan Republik Tajikistan" untuk membawa hubungan tersebut ke tingkat institusi.

     Kemudian, pada 21 Oktober 2016 ketika Menteri Luar Negeri Republik Turki, Mevlut Cavusoglu, melakukan kunjungan ke Tajikistan, tertandatangani pula bentuk kerjasama "Rencana Kerjasama tahun 2017-2020" antara Kementerian Luar Negeri Republik Turki dan Kementerian Luar Negeri Republik Tajikistan. Cavusoglu, yang diterima oleh Presiden Tajikistan Imamali Rahman pada tanggal 21 Oktober 2016, kemudian bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tajikistan Sirodjidin Aslov. Salah satu poin penting dari kunjungan ini adalah kunjungan pertama kali di tingkat Menteri Luar Negeri selama 8 tahun. Selain itu, Wakil Perdana Menteri Yıldırım Tuğrul Türkeş melakukan kunjungan ke Dushanbe pada 15-17 Februari 2017 untuk mewujudkan pertemuan periode kesembilan Karma Economic Commission (KEK). Pada perkembangan ini, kerja sama yang kuat terus berlanjut di sektor transportasi antara kedua negara dan kedua negara terlibat dalam proyek untuk transportasi jalan raya dan rel kereta api. Kedua negara saling melengkapi jaringan link regional ini, diharapkan dapat memperkuat kerjasama bidang di masa yang akan datang.

     Hubungan dagang juga meningkat dalam periode belakangan ini. Menurut data, Turki merupakan mitra dagang terbesar keempat Tajikistan dan pada tahun 2013 volume perdagangan antara Tajikistan dan Turki mencapai  655,115 juta dolar Amerika. Perusahaan-perusahaan Turki yang beroperasi di Tajikistan melakukan investasi modal sebesar 50 juta US dolar. Dari semua perkembangan ini, Program Bantuan dan Kerjasama Turki-TIKA di Tajikistan pun terus berlanjut. Kelanjutan hubungan antara Tajikistan dan Turki kedepannya perlu dibuat rencana yang lebşh jelas dan menjaga hubungan bilateral serta berkontribusi terjalinnya konsolidasi diantara kedua belah pihak.

     Selain itu, Turki dan Tajikistan memiliki solidaritas dalam kerangka kerja sama yang erat di organisasi-organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerjasama Islam dan Organisasi Kerjasama Ekonomi.



Berita Terkait