Hubungan Turki dan Eurasia (24)

Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan telah melakukan diplomasi yang intens pada bulan Mei.

Hubungan Turki dan Eurasia (24)

Antara Turki dan India, merupakan agenda penting dalam kebijakan luar negeri Turki. Kunjungan Presiden Erdoğan ke India, penting dalam hal Kebijakan Luar Negeri Turki. Kunjungan Erdoğan ke India bersama dengan anggota parlemen Partai Gerakan Nasionalis (MHP) juga detail penting lainnya. Rincian ini dapat dilihat sebagai tanda bahwa kebijakan dalam dan luar negeri Erdoğan dalam periode baru akan berlangsung.

India memiliki populasi lebih dari satu miliar penduduk. Memiliki pesona alam seperti Samudera Hindia. Merupakan titik transisi antara dunia Melayu dan dunia Arab. Dengan struktur kekayaan etnis hingga unsur Turki, juga terdapat etnis lain dari masyarakat Muslim. Negara dengan 7 wilayah dan diatur oleh 28 federal, menggunakan 22 bahasa yang berbeda. India yang memiliki multibahasa dan multikultural, memiliki hubungan dengan Turki sejak lama. Didirikan di India pada lencana kepresidenan Republik Turki diwakili oleh bintang dari kerajaan Turki Mughal. Saat ini sekitar 30 juta orang asal Turki melangsungkan hidup di India.

Dengan daya beli yang serius dari India sebanyak 200-300 juta konsumen, membuat pasar dengan struktur makro-ekonomi stabil. Terdapat peningkatan volume perdagangan antara Turki dan India. Namun, ketika hal perdagangan kedua negara, Turki berada dipihak yang dirugikan. (Ada investasi yang cukup besar India di Turki. Lebih dari 200 perusahaan India berinvestasi di Turki. Namun kehadiran ekonomi Turki sangat rendah di India.) Jika pertumbuhan saat ini terus terus berlangsung di India, di tahun 2030 india akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Turki dapat menjadi mitra penting dalam hal ekspansi India di Eropa dan Timur Tengah. Volume perdagangan antara kedua negara sekitar 6,5 miliar dolar. Ini bukan lah jumlah yang cukup. Dalam jangka pendek itu akan berguna untuk mencapai 10 miliar dolar. Kita lihat kedua negara ini akan ke arah ini    

Bea masuk di India saat ini tinggi. India, meskipun semua langkah yang diambil menuju liberalisasi dilakukan, sedang mencoba untuk melindungi industri lokal dengan tarif tinggi. Komitmen Pemerintah India dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia dari pajak impor bahan baku sebesar 10% dan barang jadi dalam pengurangan dijanjikan sebesar 20%. Namun, pajak tambahan diterapkan untuk banyak produk. Oleh karena itu pajak pada tingkat ini cukup tinggi. Ketika produk bea cukai dapat dimasukkan, pajak tambahan menjadi dua kali lipat. Namun tidak ada kerjasama antara sistem perbankan kedua negara. Surat jaminan yang diambil dari bank-bank Turki tidak diterima. Ada kekurangan pada bank koresponden dan transaksi komersial di bank perantara dilakukan dengan sangat mahal. Surat bank kredit dari India terlalu banyak mengandung rincian dan waktu pengolahan terlalu lama. Untuk kemajuan hubungan ekonomi, seharusnya perlu memecahkan masalah ini. 

Tumbuhnya Islamophobia di kalangan masyarakat, terutama di politik India, dapat menyebabkan luka dalam. Diperlukan kehati-hatian dalam hal ini. Kunjungan Presiden Erdoğan akan memasuki proses perkembangan pesat antara hubungan Turki-India. Selain itu, kunjungan ini dapat menyebabkan beberapa perkembangan positif. Ini memungkinkan dialog baru antara Pakistan dan India. Kita bisa berkontribusi untuk hubungan India-China. Pada masalah Kashmir, sebelumnya untuk menjaga mereka di bawah kontrol, setelah itu solusi dapat berfungsi untuk diselesaikan. Posisi Turki, Rusia dan Amerika Serikat di mata India dapat memenuhi fungsi stabilisasi. Turki adalah sebuah negara dengan potensi untuk membuat hal tersebut. Banyaknya populasi Muslim di India dan sisa-sisa pemerintah Turki yang didirikan di India pada masa lalu, Turki memiliki kekuatan dalam potensi ini. Selain itu, Turki dengan India akan lakukan dengan semua perjanjian dan kemitraan yang berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam hal Pakistan dan Afghanistan. Jika keseimbangan ini tidak dilakukan, dua negara yang merupakan sahabat Turki pada masa lampau, di wilayah tersebut bisa menyebabkan luka.

Sebuah kunjungan tingkat tinggi antara Turki dan India sekali dalam dua tahun, saling menguntungkan dalam bentuk realisasi. Kunjungan ini tidak hanya pada tingkat tinggi, namun harus berlangsung di semua tingkatan. Akademisi harus banyak berubah, harus mengembangkan hubungan antara organisasi pemikir. Dalam konteks ini, harus diatur konferensi bersama dan publikasi tentang isu-isu mengenai kedua negara harus banyak dilakukan. Intinya, India adalah negara dengan yang strategis dalam hal lokasi, populasi, ekonomi dan sumber daya, serta Turki akan terus meningkatkan hubungan dengan India di setiap bidang.

Program Hubungan Turki dan Eurasia karya Peneliti Cemil Doğaç İpek dari Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Atatürk.



Berita Terkait