Eko Politik (33)

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt.

Eko Politik (33)

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat mengambil keputusan menetapkan sanksi kepada Turki. Situasi ini tidak didasarkan pada realitas ekonomi, namun serangan yang dilakukan secara spekulatif ini sempat menyebabkan gejolak. Dalam hal ini, hal yang perlu diingat adalah fakta bawa Turki memiliki posisi yang kuat di arena internasional, menyebabkan situasi ini tidak hanya berdampak secara nasional (Turki) namun juga secara global. Artinya, turunnya nilai tukar mata uang  Turkish Lira hari ini tidak hanya berdampak kepada Turki saja. Situasi ini dapat menyebabkan efek global terhadap beberapa negara, terutama yang ada di Eropa. Menarik untuk dianalisis, negara mana yang akan melakukan kerja sama dalam ekonomi global untuk mencari tatanan baru dalam beberapa periode yang akan datang?

Menurut laporan Purchasing Power Parity (PPP), Turki adalah negara dengan ekonomi terbesar ke-13 di dunia. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa Turki memiliki domain yang besar dalam ekonomi global. Dalam konteks ini, terutama yang dimuat di beberapa pers AS dan Inggris dalam beberapa hari belakangan ini, dalam pembahasan ekonomi internasional yang merupakan agenda terpenting disebutkan bahwa penurunan mata uang Turkish Lira memberikan dampak resiko terhadap negara-negara lain.

Pada saat nilai tukar mata uang Turkish Lira mengalami penurunan, nilai tukar mata uang Rubel Rusia dan Rupee India juga mengalami penurunan.  Jadi dalam waktu singkat, emerging market  nilai tukar mata uang mulai terpengaruh oleh penurunan ekonomi Turki. Pernyataan terbaru yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Rusia menunjukkan bahwa dolar telah menjadi mata uang yang berisiko dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu, dalam situasi perselisihan politik, penggunaan dolar sebagai sarana sanksi menyebabkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap sutau mata uang dan ini merupakan ancaman yang dapat semakin tumbuh.

Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Italia mengatakan bahwa serangan ekonomi yang sedang menargetkan Turki, kemungkinan juga dapat terjadi di Italia, hal ini merupakan indikasi yang nyata bahwa secara terbuka dengan sikap agresifnya, AS telah menjadi ancaman global bagi ekonomi dunia.

Hari ini Turki memiliki investasi yang besar di bank-bank negara zona Euro. Dalam hal ini, investasi Spanyol yang sebesar $ 80 miliar, Prancis $ 40 miliar dan Italia yang sebesar $ 20 miliar akan sangat beresiko. Oleh karena itu, kita dapat dengan jelas mengatakan bahwa setiap permainan yang mencoba bermain dengan Turkish Lira akan menyebabkan negara-negara Zona Euro dalam kesulitan.

Selain itu, dalam pasar global, proses ini berlanjut dengan perkembangan depresiasi 4% dari bank-bank di kawasan euro, depresiasi euro terhadap dolar, jatuh di bawah 1,14 dan mencapai level terendah dalam 13 bulan terakhir.

Perubahan nilai tukar ini bukan disebabkan karena alasan yang berasal dari Turki. Karena serangan ini dilakukan sepenuhnya atas dasar politik. Jika serangan ini terus terjadi, maka akan memberikan efek domino besar di arena global.

Tentu saja, sanksi AS terhadap Rusia, Iran dan China ini perlu untuk disikapi. Sanksi ekonomi yang dikenakan AS kepada Iran dan penerapan pajak terhadap China, atas dasar perang perdagangan, merupakan cara pandang proteksionisme AS dalam perdagangan dunia. Kini saatnya untuk melakukan perdagangan dengan menggunakan mata uang lokal setiap negara secara cepat dan efektif.



Berita Terkait