Jelaskan Islam Kepadaku (8)

Arti Nabi Muhammad SAW menurut Allah SWT

Jelaskan Islam Kepadaku (8)

Seperti diterangkan dalam ayat berikut: ''Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya'' Ayat-ayat tersebut mengemukakan tentang Nabi Muhammad sebagai contoh, utusan, penyeru dan pembawa umatnya dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini.

''Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam''. Selama masa hidupnya, Nabi Muhammad SAW selalu dirahmati, diberikan wahyu dan diamanahi oleh Allah SWT untuk menyembah hanya Kepada-Nya. Bagi manusia hingga akhir zaman Nabi Muhammad SAW adalah contoh abadi seperti yang juga telah difirmankan Allah SWT dalam al-Quran sebagai berikut: Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Akhlak yang mulia adalah contoh terbesar dan terpenting dari Nabi Muhammad SAW seperti beberapa firman Allah SWT yang sudah diturunkan dalam al-Quran. Kita ketahui pada zaman jahiliyah dahulu bagaimana manusia sirik, kufur dan dzhalim terhadap sesama manusia dan Sang Pencipta-Nya. Oleh karenanya tidak perlu diragukan lagi bahwa al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang paling besar. Nabi Muhammad SAW menyeru umatnya dengan akhlak yang mulia dan juga dengan kelembutan hatinya, sehingga ketika umatnya diseru akhirnya mereka luluh karena akhlak dan hati seorang Nabi Muhammad SAW.

Di dalam al-Quran juga disebutkan bagaimana Allah SWT berfirman ''Tidak ada keraguan bahwa engkau pemilik akhlak termulia''. Di dalam sebuah haditsnya Rasulullah SAW juga disebutkan ''Aku dikirimkan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia''. Beberapa hadits tentang akhlak Rasulullah SAW juga terdapat sebagai berikut: ''Sebaik-baiknya mumin yang yang beriman adalah mumin mulia akhlaknya'', selain itu juga ada sebuah hadits yang mengatakan ''Umatku yang terbaik dan aku sangat cintai hingga akhir kiamat adalah umatku yang selalu berakhlak mulia''.

Salah satu dasar kemuliaan akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah adanya sifat siddîk atau terpercaya. Beberapa contoh adanya faktör terpercaya adalah berkata jujur, hingga pada saat bercanda pun tidak pernah berbohong. Oleh karenanya juga Baginda Muhammad SAW dijuluki dengan gelar ''Muhammad al-Âmîn'' atau dapat diterjemahkan sebagai ''Muhammad yang Terpercaya''. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berkata kasar dan kotor kepada orang-orang yang belum beriman, dengan salah satu cara seperti ini akhirnya orang-orang percaya kepadanya, bukan hanya itu saja tapi juga Nabi Muhammad SAW diangkat derajat dan dianggap sebagai penuntun manusia menuju surganya Allah SWT.

Berikut adalah alasan mengapa khususnya untuk para umat muslim harus mencontoh Nabi Muhammad SAW karena akhlaknya: Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang penyayang, murah senyum, berperilaku baik dan adil. Tidak ada sifat dengki, sirik, kasar dan sifat jelek lain pada diri Nabi Muhammad SAW, dari mulut beliau pun tidak pernah keluar kata-kata kasar dan kotor, beliau juga tidak pernah melakukan kekerasan kepada orang lain seperti menampar pipi orang lain. Banyak yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendengar setia dan tidak pernah memotong perkataan seseorang, beliau juga mampu dan bahkan sering berkorban untuk orang lain.

Nabi Muhammad SAW selalu melindungi orang-orang yang tertindas dan tidak pernah menyakiti orang lain. Beliau juga selalu mengangkat martabat orang lain tanpa mengenal status sosial, merdeka atau tertindas, miskin atau kaya dan besar atau pun kecil. Nabi Muhammad SAW selalu menyambangi orang-orang miskin, yatim piatu dan orang-orang yang terkena musibah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga gemar menjenguk orang sakit, membantu orang-orang yang mendapati masalah dan mendengarkan keluhan rakyat kecil. Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang sangat sederhana dalam gaya hidup sehari-hari.

Sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Anas Radiyallah Anhu berkata di dalam sebuah hadits tentang akhlak Rasulullah SAW sebagai berikut: Ketika semasa Nabi Muhammad SAW kecil kira-kira berumur sepuluh tahun, beliau selalu menyarankan pendapatnya dengan kata-kata yang halus dan lembut''.

Dalam permasalah ibadah, Nabi Muhammad SAW sudah pasti merupakan panutan bagi umatnya. Berbagai contoh dalam tata cara Nabi Muhammad SAW beribadah sangatlah banyak. Nabi Muhammad SAW juga dinilai adalah manusia paling bertakwa karena dengan rasa keimanannya, ibadah dan amal perbuatannya pun sangat dirasakan amat sangat mulia. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mempersulit umatnya untuk beribadah, malah sering memberikan solusi untuk kemudahan dalam hal beribadah. Nabi Muhammad SAW selalu mengajak umatnya untuk beribadah shalat baik dari kalangan anak-anak, ibu-ibu dan orang tua.

Nabi Muhammad SAW juga dianggap sebagai wasîlah atau perantara doa bagi orang-orang yang beriman ketika kelak berada di ''Hari Pembalasan''. Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai berikut: ''Setiap nabi pasti selalu mendoakan umatnya, aku pun juga begitu selalu mendoakan umatku hingga kelak hari kiamat datang''.

Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah milik alam semesta, oleh karenanya Nabi Muhammad SAW selalu menyeru kepada umatnya untuk bertauhid atau dapat diartikan sebagai menyembah hanya kepada Allah SWT.



Berita Terkait