• Video Galeri

Bintang yang Bersinar Dalam Sejarah Turki (8)

Mimar Koca Sinan atau dikenal dengan Mimar Sinan adalah seorang arsitektur Turki yang karya-karyanya ada hingga saat ini.

Bintang yang Bersinar Dalam Sejarah Turki (8)

Potensinya dalam bidang arsitek didapat dari keilmuan sekolah. Mimar Sinan terlahir pada tahun 1490 didesa Ağırnas kawasan Gesi kota Kayseri. Menurut sebuah keterangan dari badan kependudukan arsiv Ottoman atau Utsmani, didesa tersebut juga sebagai komunitas Kristen Turki yang biasa disebut Gebrân. Nama ayahandanya hingga saat ini masih belum diketahui, namun menurut ibunya terdapat nama Sinan. Sedangkan ibunya sendiri bernama Kamer Hatun dan dikenal juga dengan Emine Hatun.

Mimar Sinan pada tahun 1512 di Ağırnas yang mayoritasnya adalah Kristen Turki merupakan seorang murid disekolah bernama ''Acemioğlanlar'', pada tahun 1521 beliau juga merupakan pasukan Ottoman yang berada dikota Beograd Serbia. Selain kota tersebut, beliau juga menginjak negara-negara lain seperti Iran, Syiria, Irak, Mesir, Baklan, Hungaria dan Utara Austria untuk bertugas pada Kekaisaran Ottoman atau Utsmani. Pimpinan yang saat itu dipegang oleh salah satu raja Ottoman yaitu Kanuni Sultan Süleyman sering sekali beristirahat disekitar Danau Van ketika hendak bepergian ke Iran. Kanuni Sultan Süleyman pada tahun 1538 ketika perjalanan di Moldova atau tepatnya disungai Prut mendirikan sebuah jembatan yang kokoh dan kuat dalam kurun waktu 13 hari. Pengikut setianya Kanuni Sultan Süleyman saat itu seorang pegawai logistiknya bernama Sinan yang dikenal juga sebagai teknisi dan arsitektur. Pada tahun 1539 Mimar Sinan dengan usianya 49 tahun menguasai berbagai ilmu arsitek. Kemudian pada umurnya 50 tahun, hampir seluruh kegiatan pembangunan milik Kekaisaran Ottoman didatangkan dari pemikiran seorang Mimar Sinan. Beliau juga mendapat inspirasi bangunan dari tempat-tempat yang pernah dikunjungi dan kemudian diaplikasikan dengan kebudayaan Turki yang akhirnya beliau menjadi arsitektur Turki pertama yang meraih banyak kesuksesan.

Salah satu kesuksesan seorang Mimar Sinan adalah impiannya yang dapat menandingi Renaisans atau gerakan budaya yang ada di Italia dengan membuat sebuah kubah yang megah dan dilengkapi dengan rasa seni yang kental. Proyek pertama kali Mimar Sinan terdapat dibeberapa kota di Turki seperti İznik, Bursa dan Edirne. Mimar Sinan selalu fokus dan konsentrasi kepada satu-satu dari pekerjaannya. Karya-karya Mimar Sinan yang abadi hingga saat ini adalah seperti Hüsreviye Külliyesi dikota Aleppo Syiria, Çoban Mustafa Külliyesi dikota Gebze Turki dan Haseki Külliyesi dikota Istanbul.


Arsitektur Mimar memberikan karya spektakulernya untuk Turki dan dunia dengan beberapa karyanya sebagai berikut: Pertama adalah Şehzade Camii dan Külliyesinya yang berada dikota Istanbul. Kedua, masih dikota Istanbul yaitu Sülemaniye Camii yang merupakan salah satu masjid termegah dikota Istanbul. Catatan sejarah menyebutkan bahwa masjid tersebut dibangun pada tahun 1550 hingga 1557. Ketiga adalah Selimiye Külliyesi yang dibangun pada umur beliau 86 tahun dan selesai masa pembangunan pada tahun 1575. Külliye sendiri bisa diartikan sebagai sekolah agama yang dibangun atas dasar hukum perwakafan.

Karya-karya Mimar Sinan selalu membuat para pendatang dan orang-orang yang menyaksikan karyanya tercengang. Meskipun acap kali dilakukan perbaikan pada karya arsiteknya seperti menara Aya Sofya karena dimakan zaman dan gempa bumi, namun karya-karyanya tetap nampak indah dan kental dengan karya seni. Menara Aya Sofya sendiri dibuat oleh beliau pada tahun 1573. Pembangunan menara Aya Sofya sendiri dinilai oleh Mimar Sinan untuk mengantisipasi adanya pembongkaran terhadap Aya Sofya yang mana dibuat oleh Raja Romawi Justinien kemudian diperuntukan gereja bagi umat kristen saat itu. Berbagai planologi atau tata kota Istanbul seperti jalan, tata ruang terbuka dan tertutup juga diatur oleh Mimar Sinan. Pada tahun 1588 dikota Istanbul Mimar Koca Sinan meninggal dan dimakamkan disamping Süleymaniye Camii.

Karya Mimar Koca Sinan hampir mencapai 81 masjid, 51 mushola, 55 sekolah, 26 Dârü'l-Kurra atau Sekolah untuk Menghapal al-Quran, 17 pemakaman raja dan pahlawan, 17 badan zakat, 3 rumah sakit, 5 irigasi, 8 jembatan, 20 tempat singgah para pedagang, 36 istana, 8 tempat istirahat tamu dari luar kota dan 48 hamam atau kamar mandi tradisional Turki, keseluruhannya hampir mencapai 375 karya dan hingga saat ini masih dapat disaksikan. Salah satu karyanya yang menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO adalah Selimiye Camisi.

Program yang baru saja anda baca merupakan karya dari seorang staf pengajar di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Gazi Ankara bernama Dr. Güray Kırpık.



Berita Terkait