Eko Politik (31)

Kami akan sajikan kajian dari Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt

Eko Politik (31)

Aliansi BRICS, yang terdiri dari lima negara berkembang terbesar di dunia, telah mengadakan KTT ke-10 di Afrika Selatan. Di konferensi itu, Presiden Erdoğan juga berpartisipasi dalam berbagai topik pertemuan dalam perdagangan internasional, investasi, kerjasama global, dan layanan pembiayaan. Negara-negara BRICS, yang berkontribusi 23 persen dalam ekonomi global, mendorong perekonomian semakin tumbuh secara populer dalam ekonomi internasional, bersama dengan negara-negara berkembang. Dalam hal ini apa prospek KTT BRICS bagi negara-negara berkembang di mana ekonomi global berada dalam sebuah agenda dan adanya ketidakpastian tentang masa depan  yang dari hari ke hari semakin menghantui?

Pertemuan pertama atas nama aliansi BRIC diadakan oleh para menteri luar negeri Brasil, India, Rusia dan China pada tahun 2006. Kmudian pertemuan tingkat tingkat pemerintahan dan presiden pertama kali diadakan pada tahun 2009. Kemudia pada tahun 2011, dengan keikutsertaan Afrika Selatan pada aliansi ini, menjadikan nama aliansi ini menjadi BRICS.

Karakteristik paling penting dari lima negara yang berkoalisi ini adalah bahwa mereka memiliki lebih dari 40 persen populasi dunia dan 25 persen dari ekonomi global. Perekonomian terbesar di antara negara-negara anggota BRICS adalah China. Sedangkan negara dengan pendapatan per kapita tertinggi adalah Rusia. Negara-negara ini memiliki lebih dari 102 miliar dolar dalam volume perdagangannya.

Pertumbuhan penduduk yang cepat dan pasokan energi dari negara-negara ini juga sangat bermanfaat. Dengan kata lain, negara-negara ini memiliki lebih dari satu titik persimpangan dalam menghadapi peningkatan laju pertumbuhan populasi dan permintaan energi di dunia saat ini. Dalam hal ini, kami dapat mengevaluasi keputusan untuk membuat "Kerjasama Penelitian Energi BRICS" di KTT itu.

Penting juga untuk diingat bahwa mereka telah menunjukkan kinerja yang unggul dalam hal perdagangan dan sumber daya energi, serta proyek satu jalan satu generasi yang dipimpin oleh China. Bahkan, beberapa mega proyek ini meningkatkan kerja sama antara negara-negara anggota dan pada saat yang sama tercipta aliansi yang kuat diantara mereka.

Langkah pertama yang diambil oleh BRICS pada layanan keuangan adalah New Development Bank (NBD) yang mereka dirikan pada tahun 2014. Tujuan dari bank ini adalah untuk memberikan dukungan finansial melalui modal yang terkumpulkan dari negara-negara anggota digunakan saat mereka mendapatkan kesulitan dalam pembiayaan. Bank yang memiliki modal sekitar 100 miliar dolar pada hari ini, memberikan kredit kepada negara-negara anggota.

Dalam deklarasi akhir KTT, ditekankan pentingnya ekonomi dunia yang transparan, dan memberikan dukungan perdagangan multilateral. Sebenarnya, ini bertujuan untuk mengembangkan sistem perdagangan yang dapat dipercaya dan dapat diprediksi dengan lebih memperkuat perdagangan multilateral dalam menghadapi proteksionisme yang semakin meluas dalam ekonomi global.

 

Karena, dalam sistem yang melibatkan lebih dari satu sisi ini, negara-negara BRICS menggunakan potensi perdagangan yang mereka miliki dengan cara yang paling efisien, dan dengan mengamankan hubungan investasi yang ada di antara mereka, memungkinkan terciptanya keamanan perdagangan.

Kerja sama dan dialog yang ada di antara negara-negara anggota harus dikembangkan lebih lanjut sehingga kelompok BRICS dapat membawa makna baru untuk ekonomi internasional. Bukan hanya untuk negara-negara anggota. Sekarang saatnya harus melakukan komunikasi kontak dengan semua negara berkembang yang ada di dunia dan mengambil langkah konkret.

Posisi geopolitik Turki memegang peran penting baik dalam hubungan diplomatik maupun dalam menciptakan keseimbangan kekuatan politik dan ekonomi.

Turki adalah salah satu negara berkembang di dunia, dengan angka ekspor ke 5 negara-negara anggota BRICS sebesar $ 7,3 miliar dan impor dari negara-negara tersebut sebanyak 53,4 miliar dolar. Turki akan mengambil langkah kebijakan luar negeri dan kebijakan ekonomi untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara anggota.

 

Mari kita lihat, dengan semua perkembangan ini kemana arah angin ekonomi global akan berhembus.

 

Demikian kajian dari Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Politik Universitas Yıldırım Beyazıt

 



Berita Terkait