Resiko yang Harus Dibayar Israel untuk AS

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Kudret BÜLBÜL, Dekan Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt Ankara...

Resiko yang Harus Dibayar Israel untuk AS

ANALISIS BERKAS 2

Jika kita melihat kebijakan global Amerika Serikat, ada banyak kritik yang mengarah pada ranah prinsip, tetapi dapat dengan mudah diamati bahwa kebijakan ini memiliki rasionalitas yang terindeks. Sementara jika kita melihat kebijakan Amerika Serikat di Timur Tengah, hampir mustahul kita mengatakan bahwa kebijakan yang diterapkan itu untuk bermanfaat bagi warga Amerika Serikat.

Manfaat apa yang dirasakan oleh warga Amerika secara dasar dan materiil, walaupun keputusan Amerika Serikat menerima Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan fakta bahwa semua bangsa di dunia menentang keputusan ini kecuali untuk beberapa negara yang ada dibawah tekanannya...?

Adakah penjelasan yang masuk akal tentang apa yang ingin dilakukan AS di Suriah dan apa tujuannya?

Ancaman bagi Turki..

Akhir-akhir ini, Presiden AS Donald Trump harus membayar ganti yang sangat mahal secara ekonomi untuk memukul balik organisasi teroris YPG karena telah mengancam keamanan Turki.

Tentu saja, Turki tidak akan mengizinkan adanya organisasi teroris apapun di perbatasan wilayahnya. Dalam beberapa dekade, hal itu tidak dilihat bahwa aktivitas teror di perbatasan wilayah ini mengancam rakyat sipil. Meskipun ungkapan yang digunakan AS sangat jelas, namun yang menjadi tujuan utama adalah sikap organisasi teroris yang ada di wilayah itu terhadap AS. Turki tidak punya solusi. Jika perlu, hal ini dapat mendorong proses untuk meninjau ulang semua hubungan Turki dengan Amerika Serikat. Upaya untuk mencegah sebuah proses yang jelas merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup Turki, jika diperlukan, semua hubungan dengan AS dihentikan, namun tentu saja hal ini harus melihat banyak pertimbangan dan langkah. Karena Turki hari ini bukanlah Turki yang dahulu.

Adakah rasionalitas irasionalitas AS di Timur Tengah?

Pada titik ini, pertanyaan nya adalah, mengapa AS mengejar kebijakan irasional yang tidak menguntungkan baik secara prinsip maupun finansial di Timur Tengah.

Dalam pengakuan Yerusalem, mengapa keputusan yang diambil bertentangan dengan semua bangsa di dunia?

Dengan mengorbankan segalanya, Turki berjuang melawan kepanjangan tangan organisasi teroris PKK di Suriah, pada saat yang sama kenapa negara-negara anggota NATO malah mendukung organisasi teroris ini melawan Turki?

Kenapa mereka menganggap Turki menyerang orang-orang Arab dan Kurdi?

Mengapa AS secara terbuka memberikan dukungan kepada aksi teror itu?

Mengapa AS melakukan semua ini?

Faktor Israel

AS mengeluarkan pernyataan bahwa semua ini berasal dari DAESH dan Iran. Tetapi pernyataan ini sama sekali tidak meyakinkan.

Mempertimbangkan kebijakan AS yang tidak rasional dan tidak dapat diprediksi, diamati bahwa pengamatan semacam ini umumnya dialami dalam kasus Israel. AS memiliki irasionalitas yang mengesampingkan kepentingan Amerika Serikat dalam hal-hal yang berkaitan dengan Israel. Dalam kasus Israel, tidak diragukan lagi bahwa kebijakan irasional AS harus diganti dengan biaya yang sangat besar bagi AS dan Israel dan bagi orang Yahudi non-Zionis.

Biaya Israel untuk AS

Mengabaikan kepentingan AS: Di zaman modern, sering dinyatakan bahwa kebijakan luar negeri dibuat untuk kepentingan nasional. Dalam kasus Israel, AS melepaskan kepentingannya sendiri.

Nilai-nilai universal seperti keadilan, kebebasan, hak asasi manusia, dan konfrontasi orang-orang dari seluruh dunia untuk perdamaian: dukungan tanpa syarat dari kebijakan pendudukan dan agresif Israel secara alami dikutuk dalam hati nurani semua umat manusia, dan meningkatkan sikap anti-Amerikanisme.

Negara-negara di kawasan itu menentang orang-orang di wilayah itu: Pembuatan kebijakan yang mendukung eksistensi Israel di Timur Tengah, penggunaan ungkapan yang mengancam negara-negara di kawasan itu, dan reaksi ekstrem dari orang-orang di wilayah itu.

Kebijakan luar negeri AS kehilangan independensinya ketika berkaitan dengan Israel:

Membuat Israel lebih agresif: Sikap irasional Amerika Serikat dan dukungannya terhadap Israel meningkatkan kebijakan Israel yang lebih agresif dan genosida yang harus dihentikan.

Munculnya anti-Semitisme: dukungan tanpa syarat yang diberikan kepada Israel, semakin ganasnya serangan dan perilaku-perilaku yang tidak manusiawi yang dilakukan Israel merupakan salah satu penyebab paling penting atas peningkatan anti-semitisme di dunia. Tidak diragukan lagi bahwa terlepas dari siapa dan di mana pun itu, rasisme tidak pernah diterima oleh masyarakat.

Risiko keamanan Israel meningkat: dukungan tanpa syarat AS kepada Israel sebenarnya adalah kebijakan yang tidak berkontribusi pada keamanan Israel, tetapi memperdalam rasa takut akan keamanan. Israel yang kurang agresif, diikuti oleh kebijakan yang lebih masuk akal, akan menimbulkan sedikit reaksi di wilayah tersebut.

Mengapa AS mempertahankan dukungan irasional ini tanpa syarat dalam jangka pendek dan panjang? Isu ini memang isu lain. Untuk saat ini, kita dapat merasa puasa karena terlepas dari semua kekuatan dan distorsi lobi Israel, semua orang di Amerika Serikat tidak mendukung kebijakan irasional ini.



Berita Terkait