Perspektif Global (14)

Apa Kurdi bagi Islam?

Perspektif Global (14)

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Kudret BÜLBÜL Fakultas Ilmu Politik Universitas Yildirim Beyazit Ankara

Media Barat memberitakan organisasi teroris PKK / PYD sebagai "pejuang kemerdekaan." Menurut mereka, organisasi ini mewakili semua orang-orang Kurdi. Operasi militer Turki di Afrin digambarkan sebagai serangan terhadap orang-orang Kurdi. Sayangnya, ungkapan ini juga terkadang digunakan oleh Al-Jazira.

Organisasi teroris Kurdi melakukan pembersihan etnis

PKK telah membuat dan melakukan kejahatan terbesar kepada orang-orang Kurdi. Orang-orang Kurdi Turki yang meninggal lebih dari 40 ribu orang  merupakan orang-orang Kurdi yang menjadi korban jiwa terbanyak akibat serangan PKK PKK yang tidak mengadopsi ideologi teroris Marxis / Leninis telah mulai melakukan pembersihan etnis terhadap orang-orang Kurdi. Itu sebabnya jutaan orang dari wilayah Turki bagian timur dan tenggara bermigrasi ke wilayah Turki bagian barat, terutama ke Istanbul. Dengan migrasi ini, Istanbul telah menjadi sebuah kota, tempat tinggal sebagian besar warga Kurdi yang ada di Turki. Orang-orang yang lolos dari kelompok teroris PKK tidak lari ke wilayah Iraq atau Suriah, tetapi kebanyakan lari ke wilayah Turki.

Pembersihan serupa hari ini juga dilakukan oleh kelompok teroris PYD, cabang dari PKK yang ada di Suriah. Dengan bantuan AS, PKK yang membuat koridor teror di perbatasan Turki hingga sampai ke Laut Mediterania sebagaimana yang dilakukan PKK sebelumnya, beroperasi di wilayah-wilayah Orang Arab dan Turkmen terutama wilayah orang-orang Kurdi.

Tentu saja, tidak ada orang Kurdi yang mendukung organisasi teroris ini. Tetapi jika mereka (Barat) memandang PKK sebagai representasi orang-orang Kurdi, berarti sama halnya memandang Hitler sebagai representasi semua orang-orang Jerman dan Mussolini sebagai representasi semua orang-orang Italia.

 

 “Kenapa Orang-Orang Kurdi harus membentuk sebuah negara?”

Pertanyaan ini, yang sering ditanyakan media Barat, untuk mendapatkan respon dari kaum muda Kurdi. Tetapi mereka yang mengajukan pertanyaan ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa tidak ada negara bagian yang terpisah dari ras yang berbeda di Amerika yang terdiri dari 50 negara bagian? Mengapa negara-negara Barat, yang mendukung semua gerakan separatis di Timur Tengah, tidak mendukung gerakan kemerdekaan Catalonia? Sebaliknya, apakah Jerman menangkap Carles Puigdemont, pemimpin kemerdekaan Catalonia, bahkan ia tidak terlibat dalam kegiatan teroris?

Jika setiap suku, bahkan kerajaan / emir / kota dianggap sebuah negara, maka pengetahuan geografinya patut dipertanyakan. Selama Perang Salib, ada sejumlah besar kerajaan, emirat dan kota di Timur Tengah. Demikian pula, di Anatolia ada beberapa kelompok Turki. Orang-orang Turki, Kurdi, dan Arab sendiri terbagi menjadi banyak kelompok. Apa yang terjadi pada akhirnya? Dalam fragmentasi ini, tidak ada satu pun kota Islam yang hampir diserang. Untuk alasan apa pun, apakah mulai akan ada perpecahan, sampai kapan perpecahan ini terjadi. Seratus tahun yang lalu, meskipun mayoritas tidak mendukungnya, sebagian orang Arab telah memasuki sebuah periode akibat pengaruh Barat. Sekarang ada 23 negara Arab. Dan sekarang ada wacana disintegrasi Iraq, Suriah, dan beberapa monarki Teluk sedang dibahas. Hari ini, orang-orang di Timur Tengah mengalami salah satu periode terlemah, paling menyakitkan, paling pasif dalam sejarah mereka.

Orang-orang Timur Tengah yang mengalami kepedihan ini, termasuk diantaranya dalah orang-orang Kurdi, harusnya tidak dipecah lagi, namun seharusnya disatukan, terintegrasi dan berbagi.

 

Apakah orang-orang Kurdi Sekuler adalah orang-orang Kurdi yang baik?

Menurut media Barat, organisasi teroris PKK adalah organisasi teroris sekuler, dan juga patut dipuji / didukung. Sementara Islam lebih terkait dengan teror, sementara orang-orang Kurdi adalah bagian dari sekuler. Sekularitas disajikan sebagai obat. Ini tidak lain hanyalah sebuah fiksi dan persepsi. Karena bencana terbesar pada Perang Dunia 1 dan 2, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemunisaan, dimana banyak terjadi tragedi kematian dan kekejaman, merupakan perang antara negara-negara yang berideologi sekuler. Pada dasarnya, baik ideologi sekuler atau bukan, pastinya imperialisme adalah hal yang tidak diperbolehkan. Kegiatan eksploitasi adalah sebuah penjajahan. Karena itu, dukungan negara-negara Barat untuk PKK lebih kepada upaya untuk mereka. Selain itu, terlepas dari nilai-nilai sosial, budaya, agama, apapun kelompok atau negaranya, mereka yang telah menyebabkan orang-orang setempat mengungsi masuk dalam ketegori negara/kelompok imprealis.

 

Kenapa perpecahan ini diciptakan?

"Jika pelajaran atau ibrah dari sebuah sejarah tidak dipetik, maka sejarah itu akan terulang kembali." Hari ini dan hari esok, akan sama dengan hari kemarin.

Menurut sejarah, tiga elemen besar Timur Tengah; Kurdi, Arab dan Turki, mampu bergabung bersama dan menjadi aktor global. Ketika mereka terpecah, mereka mengalami tangisan, kematian, dan penindasan, dan mereka menjadi medan bagi perang global. Dalam sejarah, yang hanya bisa menghentikan perang salib adalah rasa kebersamaan Arab, Kurdi, dan Turki. Dengan ini, Yerusalem yang diduduki dapat diselamatkan oleh pasukan yang dipimpin seorang komandan Kurdi, Solahuddin Al-Ayubi, dan stabilitas regional dapat tercipta.

Sekarang beberapa pusat di Barat sekali lagi mengambil siasat. Mereka yang telah hidup bersama selama berabad-abad dan dibawah kibaran bendera Islam, mencoba menarik salah satu dari tiga elemen pendiri Timur Tengah ke sisinya. Untuk itu, Suku Kurdi sedang dijadikan mitra lokal serangan imperialis. Selama Perang Salib, beberapa orang Kristen dan Armenia di wilayah itu telah melakukan peran ini. Sekarang Israel memainkan peran yang sama dalam mendestabilisasi kawasan. Tetapi untuk pertama kalinya, serangan imperialis kontemporer, ingin diubah menjadi subkontraktor lokal neo-crusade di beberapa negara komunitas Muslim. Untuk itu, suku Kurdi ditarik agar berideologi Marxis / Leninis. Mereka bangga berperang melawan Daesh. Tetapi tujuan utamanya adalah membuat komunitas itu menjadi penjual siput di wilayah Muslim.

Mayoritas orang Kurdi menyadari permainan ini. Orang-orang Turki, Kurdi, Arab yang ada di wilayah ini sekali lagi  akan menang, tidak akan menjadi subkontraktor serangan imprealis neo-crusade.

 

Demikian kajian dari Prof. Dr. Kudret BÜLBÜL Fakultas Ilmu Politik Universitas Yildirim Beyazit Ankara



Berita Terkait